Kamis, 05 Mei 2016

Daftar Harga


Klik Gambar Untuk MELIHAT daftar Harga





WILAYAH  I   : Ujung Pandang, Lampung, Palangkaraya, Bali, Banjarmasin, Balikpapan, Bengkulu, Palembang, NTB, Tanah Bumbu, Amuntai.

WILAYAH II : Kendari, Pontianak, Samarinda, Pekanbaru, Jambi, Padang, NTT, Medan, Bontang, Muara Teweh, Tarutung, Perawang, Tanah Grogot,
Konawe, Kuala Kapuas, Pangkal pinang ( udara ), kepri, palopo, luwu, tanah laut.

WILAYAH III : Palu, Toli-toli, Manado, Ambon, B. Aceh, ketapang, Kutai Barat, Berau, Sanggau, Tarakan, Sintang. Tanjung pinang / batam (udara),
malino, tamiang layang, dengkayang, buntok,  barito selatan, muna, poso.

WILAYAH IV : Jayapura, Manokwari, Sorong, Merauke, Maluku Utara


Tentang Kami

Distributor Resmi Produk Organik Nasa Melayani Pembelian Partai Kecil Maupun Besar
 
Nama : Jarun Arianto
Alamta : Jl.Sultan Hasanuddin Rt 31 No 19 Berebas Tengah 
             Bontang
HP      : 081 255 815 18

Semenjak tahun 1996 mulai disebarluaskan atas permintaan banyak pihak dengan mengingat hasil-hasil positif di lapangan selama digunakan dan keprihatinan mendalam mencermati kondisi Agrokompleks di Indonesia.
1 Oktober  2002 ditetapkan untuk dikembangkan lebih intensif disertai pola pembinaan SDM (Pola Pikir, Mental, Motivasi, Skill dan Modal) menggunakan brand Perusahaan PT. NATURAL NUSANTARA (PT. NASA) Group.
Natural mengandung arti mengutamakan teknologi yang alami dan ramah lingkungan,
Nusantara mengandung arti mengutamakan hasil karya anak bangsa.


Teknologi yang telah berhasil dikembangkan di bidang AGROKOMPLEKS meliputi :
  • PERTANIAN : Pupuk Organik (Cair, Padat, Granule, Serbuk), Pembenah Tanah Organik, Hormon Tanaman (ZPT Organik), Pengendali Hama Penyakit Alami dan Benih Unggul.
  • PETERNAKAN : Suplemen Nutrisi Ternak dan Unggas.
  • PERIKANAN : Suplemen Nutrisi Ikan/udang dan Pembenah lingkungan kolam/tambak.
  • LINGKUNGAN HIDUP : Reklamasi lahan rusak dan pengolah limbah

Semua teknologi di atas dikembangkan dengan prinsip K-3 Produksi (Kuantitas-Kualitas-Kontinuitas)  dan telah teruji multi dimensi (multi komoditi, multi lokasi, multi waktu). Multi Komoditi, semua produk telah digunakan untuk berbagai macam komoditi Pertanian (sub.sektor Pangan,  Hortikultura dan Tahunan/Perkebunan), Peternakan (sub.sektor Ternak dan Unggas) dan Perikanan ( Darat dan Payau/Tambak). Multi Lokasi, produk NASA telah digunakan di lahan normal - lahan kritis, dataran rendah - dataran tinggi, lahan basah - lahan kering di semua wilayah Indonesia. Multi Waktu, produk NASA telah digunakan lebih dari 15 tahun dimana hasil-hasil yang diperoleh didokumentasikan dalam bentuk Video Compact Disc (VCD) dan Flashdisk (UFD).

Khusus Aspek Kuantitas dan Kontinuitas produk-pupuk organik NASA terjamin ketersediaannya. Deposit 30% bahan baku utama dipergunakan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh Indonesia selama ± 16 ribu tahun, dimana sisanya ( 70 % ) dapat dipergunakan untuk Dunia  guna menunjang Agenda 21 (Back To Nature), karena sepanjang catatan kami, bahan baku utama tersebut mayoritas hanya terdapat di Indonesia.

Mengingat potensi luar biasa keanegaragaman hayati Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya maka mulai tahun 2003 dikembangkan juga pengolahan keanegaragaman hayati untuk membantu kesehatan manusia. Banyak produk telah diluncurkan untuk memelihara kesehatan maupun membantu penyembuhan berbagai macam penyakit yang beberapa diantaranya telah didokumentasikan dalam bentuk Video Compact Disc (VCD) dan Flashdisk (UFD).


Kontak


Untuk wilayah Bontang Dan Sekitarnya Jika anda membutuhkan Produk Nasa Bisa Menghubungi saya


Nama : Jarun Arianto
Alamta : Jl.Sultan Hasanuddin Rt 31 No 19 Berebas Tengah 
             Bontang
HP      : 081 255 815 18


Rabu, 04 Mei 2016

Kelapa Sawit Nasa



Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit


Dalam usaha meningkatkan produksi kelapa sawit, Ekstensifikasi merupakan salah satu metode yang sering digunakan, akan tetapi dalam prosesnya memerlukan lahan yang lebih luas serta lebih banyak memerlukan tenaga kerja. Dari kendala yang ditemui dalam ekstensifikasi tersebut, maka metode Intensifikasi menjadi salah satu hal wajib dalam peningkatan produksi sawit.
Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit hadir untuk memenuhi solusi dalam proses intensifikasi produksi pada kelapa sawit. Teknologi PIKAT NASA (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu NASA) dari PT Natural Nusantara ini mampu memenuhi semua kebutuhan tanah dan tanaman secara terpadu (lengkap) yaitu unsur hara makro dan mikro, hormon dan enzim pertumbuhan, asam-asam organik serta beberapa jenis mikroorganisme yang berguna bagi tanaman.
Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit dapat membantu pembudidayaan kelapa sawit secara organik untuk memperoleh kestabilan produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Teknologi PIKAT NASA telah teruji secara:
           Multi Komoditi
Telah digunakan pada semua jenis tanaman budidaya (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan), termasuk kelapa sawit
           Multi Lokasi
Telah digunakan di berbagai kondisi lahan (dataran rendah – dataran tinggi, lahan basah – lahan kering, lahan normal – lahan kritis) dan di berbagai wilayah (berbagai jenis tanah) di Indonesia
           Multi Waktu
telah digunakan sejak tahun 1996
Manfaat Teknologi PIKAT NASA pada Kelapa Sawit
           Mempercepat pertumbuhan kelapa sawit
           Meningkatkan hasil panen kelapa sawit
– bobot / berat panen lebih tinggi
– waktu panen lebih awal, masa panen puncak lebih lama
– usia produksi lebih lama
           Meningkatkan kualitas hasil panen
           Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit
           Memperbaiki tanah yang rusak / mengembalikan kesuburan tanah
           Mengurangi penggunaan pupuk kimia
           Menguntungkan secara ekonomi. Bisa dipilih sesuai kondisi keuangan
Alternatif A, B atau C
Biaya produksi dengan prinsip PIKAT NASA dibandingkan sebelumnya:
A. Lebih Rendah        ⇒ Hasil Panen Sama dengan Sebelumnya
B. Sama           ⇒ Hasil Panen Lebih Tinggi dengan Sebelumnya
C. Lebih Tinggi           ⇒ Hasil Panen Naik Optimal
Sebagai contoh: setiap aplikasi pupuk NPK dengan biaya 2 juta per hektar, maka:
Alternatif A:   Biaya pupuk NPK 750.000 + Produk NASA 750.000          ⇒ Hasil Panen = sebelumnya
Alternatif B:    Biaya pupuk NPK 1 juta + Produk NASA 1 Juta      ⇒ Hasil panen naik 30-50 %
Alternatif C:    Biaya pupuk NPK 1,5 juta + Produk NASA 1 juta   ⇒ Hasil panen naik 70-200 %
Cara Penggunaan Produk NASA pada Kelapa Sawit
1. Pembibitan
           Penyemprotan bibit: 3 tutup botol POC NASA + 1 tutup Hormonik /tangki / 2 minggu, atau
           Penyiraman: 3 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik /10 liter air, kemudian disiramkan 1 gelas Aqua untuk setiap polibag 2 minggu sekali
2. Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
1.         Umur 0-1 tahun
o          0,5 kg SUPERNASA untuk 25 batang tanaman setiap 6 bulan sekali
o          Semprot 3-5 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik /tangki / 1-2 bulan sekali
2.         Umur 1-2 tahun
o          1 kg SUPERNASA untuk 25 batang tanaman setiap 6 bulan sekali
o          Semprot 3-5 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik /tangki / 1-2 bulan sekali
3.         Umur 2-3 tahun
o          3-6 kg SUPERNASA untuk 1 hektar / 6 bulan
3. Tanaman Menghasilkan (TM)
1.         Pilihan Utama = 3-6 kg POWER NUTRITION / hektar / 6 bulan sekali
2.         Pilihan Standar = 1,5-3 kg POWER NUTRITION + 1,5-3 kg SUPERNASA / hektar / 6 bulan
3.         Pilihan Minimal = 3-6 kg SUPERNASA / hektar / 6 bulan
Keterangan
           Penggunaan POWER NUTRITION dan SUPERNASA dapat dilakukan dengan dicampur bersama pupuk NPK atau tanah, pasir, abu untuk memudahkan aplikasi ke lahan. Dapat juga dengan cara diencerkan terlebih dahulu untuk disiramkan, dengan cara larutkan 200 – 400 gram (20 – 40 sendok makan) dalam 10 – 20 liter air, kemudian siramkan 1-2 liter larutan pupuk per 1 pohon
           Dosis pupuk makro / NPK / Kimia dapat dikurangi 25-50 % dari dosis kebiasaan setempat. Jika tidak dikurangi akan lebih baik
           POC NASA dan HORMONIK dapat diganti dengan Pupuk Organik Serbuk GREENSTAR dengan dosis 0,5 sachet (10 gr)/tangki semprot 10-20 liter
           SUPERNASA dapat diganti dengan SUPERNASA GRANULE (Dosis 50 gr/hektar)
Untuk mengatasi serangan layu tanaman sawit karena jamur dapat digunakan produk Agens Hayati atau Pestisida alami Natural GLIO.
Itulah penjabaran singkat tentang panduan teknik budidaya dengan teknologi PIKAT NASA pada Kelapa Sawit dari PT Natural Nusantara dengan harapan bisa membantu meningkatkan produksi kelapa sawit.


Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More